Casts: Lily,  Cho Kyuhyun, Lee Jihyo (teman Lily), dan Member Super Junior

Author: @sweetlight9146

-Lily POV-

Seoul, April 2017.
Pagi ini udara terasa begitu menyegarkan, tapi aku tak sempat menikmatinya karena harus menyiapkan segala hal untuk keberangkatanku ke Paris. Aku mendapatkan hadiah undian tiket gratis bolak balik korea-prancis, meskipun pada awalnya sempat ada masalah karena aku bukan warga negara korea asli. Ya, aku adalah orang Indonesia yang merantau ke seoul. Awalnya aku bekerja sebagai karyawan suatu perusahan, tapi aku keluar dan memutuskan untuk membuka usaha bersama temanku di sini. Ok, balik ke soal jalan-jalan ke Paris. Aku merasa senang sekali karena ini adalah perjalanan pertamaku ke Eropa ditambah lagi lusa aku berulang tahun yang ke-26 (umur korea ke-27). Hwaa… senangnya merayakan ulang tahun di paris. Benar2 keberuntungan luar bisa! Tapi feelingku mengatakan keberuntunganku tidak hanya sampai di sini dan masih banyak keberutungan yang akan datang.

Ah… aku harus bergegas! penerbanganku berangkat pukul 09.30. Barang bawaan sudah siap, baju OK, wajah sudah cantik (Narsis dikit boleh kan…). Sip! Berangkaaat…!

Aku sudah ada di dalam pesawat, masih sekitar 15 menit lagi sampai pesawat take off. Aku duduk dekat jendela, tempat duduk di sebelah ku masih kosong. Hmm… siapa ya kira2 yg akan duduk di sebelahku? Ah sudah lah itu tak penting. Aku putuskan untuk menyalakan MP3 playerku dan kuputar lagu-lagu Boyband favoritku, Super Junior. Seperti biasa, aku mendengarkan lagu-lagu SJ sambil berkhayal bisa bertemu dan mengobrol dengan mereka, terutama Kyuhyun, dia adalah biasku. Suaranya yang merdu, wajahnya yang tampan, sikapnya yang kadang terlihat polos padahal sebenarnya jahil, membuatku jatuh cinta padanya. Semua yang ada pada dirinya membuatku terpikat. Tapi… ada satu hal yang kurang aku sukai darinya, yaitu kebiasaannya meminum alkohol. Yah… itu hak dia juga sih buat ngelakuain apa yg dia suka. Meskipun begitu aku tetap mengaguminya. Dia adalah seorang penyanyi yang benar-benar berbakat dan berkharisma.

Aku asyik mendengarkan musik sambil memandang keluar jendela. Sorry Sorry Sorry Sorry ~~  Aku terperanjat ketika Hpku berbunyi dan bergetar. Ah, aku lupa belum mengganti mode Hpku ke mode flight. Kuambil Hpku, ternyata itu tadi itu hanya bunyi alarm. Sebelum kumasukkan lagi ke tasku, kupandangi sejenak layar Hpku. Dalam benakku, “Ah… orang ini benar-benar tampan dan menggemaskan!”. Di layar Hpku terpapmpang foto Kyuhyun yang sangat imut, kedua tangannya membentuk hati dan wajahnya tersenyum polos seperti anak kecil.

Saat memasukkan hp ke tas aku baru sadar kalau di sebelahku sudah ada orang. Karena saat itu aku menunduk yang terlihat olehku hanya kaki dan tanggannya yg diletakkan di atas paha.  Dilihat dari ukuran tangannya sepertinya dia laki2. Waw, kulitnya begitu putih. Jika dibandingkan dengan kulitku akan terlihat sangat kontras karena warna kulitku sedikit gelap. Aku sedikit penasaran dan berharap kalau orang di sebelaku ini ganteng.

Aku memicingkan mata ke arahnya, dia pakai kacamata hitam jadi tidak terlalu jelas. Tapi rasanya wajah itu sangat familiar, wajahnya putih, hidungnya mancung, di pipinya ada cukup banyak bekas jerawat. Oh! Bukannya itu Kyuhyun?! Aku harus memastikannya lagi. Sekarang aku menoleh padanya. Deg… ternyata dia juga menoleh padaku dan kacamatanya sudah di lepas. Pandangan kami beradu dan dia tersenyum padaku. Ternyata benar dia Kyuhyun! Rasa kaget dan kegirangan bercampur aduk sampai2 aku tak tau harus berbuat apa dan terdiam sejenak lalu membalas senyumnya dan menyapanya, “Annyeonghaseyo”. Kyuhyun pun membalas sapaanku, kemudian dia memasang earphone dan asyik mendengarkan musik dan sesekali ikut menyanyikan lagu yang didengarnya. Akupun kembali mendengarkan musik, tapi volumenya ku kecilkan agar aku bisa mendengar yanyian super live Kyuhyun di sampingku.

Pesawat sudah take off. Di dalam pesawat aku tak bisa berhenti berdebar-debar. Kira-kira selama 12-an di pesawat ini aku akan sebelahan terus sama Kyuhyun! Hwaaa senangnya… tapi aku ngga boleh menunjukkan perasaan kegiranganku ini. Aku takut dia akan merasa terganngu jika aku terlihat bertigkah aneh karena kegirangan. Aku harus bisa bersikap wajar.

Jam makan siang tiba, di depanku sudah tersaji makanan lengkap. Begitu pun di hadapan Kyuhyun. “Hmm.. sepertinya enak”, gumamku. “Ya, sepertinya memang enak”, Ucap Kyuhyun. Ternyata dia mendengar gumamanku. Walaupun merasa canggung,  aku memberanikan diri untuk menanggapinya dan dimulailah percakapan saat makan siang kami. “Benar, aromanya pun begitu menggoda. Emmm… Cho Kyuhyun sshi, apakah anda pergi ke paris untuk berlibur?” tanyaku dengan sesopan mungkin.
Kyuhyun menoleh, “Ya, aku sedang berlibur .” Dia diam sebentar. “Oya, dari mana kamu tau kalau nama Cho Kyuhyun?” tanyanya seperti keheranan.
‘Jangan pura2 sok polos deh Kyu!’ umpatku dalam hati. “Anda Cho Kyuhyun anggota Super Junior kan? Saya tak mungkin salah mengenali. Lagi pula siapa yang tidak mengenal Suju, iya kan?” jelasku.
Kyuhyun pun memamerkan evil smile-nya.  “Haa benar juga Suju memang populer…. dan benar kamu tidak akan pernah salah mengenaliku jika kamu selalu melakukan hal seperti tadi” ucapnya seraya menyombonkan diri.
Aku mengerutkan dahi, “Maksudnya?”
“Memandangi fotoku sambil senyam-senyum sendiri!”, kyuhyun kembali menunjukkan evil smile-nya.
Oh my God! Ternyata dia melihatnya. Aduh, aku benar-benar malu…. Tapi aku tak mau ngga mau kalah. “Yah… ketahuan deh kalau saya ini seorang ELF Sparkyu…, padahal saya tak mau ketahuan sampai nanti pesawatnya mendarat… eh, boleh saya memanggil anda Kyuhyun Oppa?”
“Hmm… penggemarku memang banyak ya….” ucap Kyuhyun sambil mengangguk-anggukkan kepalanya. “Kamu boleh memanggilku Oppa. Tapi kenapa kamu ngga mau ketahuan kalau kamu penggemarku?”
“Saya  takut Oppa merasa terganggu atau kurang nyaman kalau tau ada seorang fan di sebelah Oppa.” Jelasku.
“Aku akan merasa tidak nyaman kalau si fan itu melakukan hal-hal yang menggangu privasi seperti mengambil foto diam-diam dan bertingkah terlalu antusias saat di dekatku. Kurasa kamu tidak menggangguku” jelasnya cukup panjang.
“Oh syukurlah kalau begitu” balasku.
Tanpa terasa makanan di depan kami telah habis. Kami masih melanjutkan obrolan kami.
“Kamu bukan orang Korea kan? Oya, siapa namamu?” Wah, senangnya dia menanyakan namaku. “Aku Lily, aku orang Indonesia” jawabku.
“Oh…. pantas kau memakai penutup kepala” ternyata Kyuhyun memperhatikan penampilanku. “Di Indonesia memang banyak orang yang memakai ini. Oia Oppa berlibur sendirian? Member yang lain kemana?”
“Kamu tak usah mengurusi mereka! Kamu kan fan ku!” jawabnya jutek.
Hmm… sudah kuduga dia akan menjawab seperti itu. “Wah, tenyata Kyuhyun Oppa egois ya? Masa fannya tidak boleh memperhatikan member lain? hehe…” ucapku sedikit menggodanya. Entah kenapa rasa canggungku mulai sedikit hilang. “Selain fan Kyuhyun Oppa, aku kan fan Suju, jadi wajar kan aku memperhatikan semua member…”
“Ya ya ya, kau tak perlu menjelaskannya. Mereka ingin berlibur ke tempat lain, hanya aku yang ingin ke Paris.” juteknya mulai cair.
“Oh… begitu. Oppa, kapan kalian akan come back?” Sudah sekitar 2 tahun sejak Super junior meluncurkan album terbaru mereka.
Kyuhyun berpikir sejenak, “Untuk sementara kami vakum, menunggu Sungmin hyung, Eunhyuk hyung, Siwon hyung, dan Donghae hyung selesai wamil. Mungkin akhir tahun ini.” Benar, saat ini memanga cukup banyak anggota Suju yang melaksanakan wamil. Mereka Ikut wamil di akhir tahun 2015. “Yah… jadi masih cukup lama ya… padahal aku sangat menantikannya…” jawabku sambil menghela napas.

Aduh… tiba2 aku ingin ke toilet. “Oppa permisi, aku harus ke toilet.” Kyuhyun pun menarik kakinya sedikit agar aku bisa lewat. Sekembalinya dari toilet, aku mendapati Kyuhyun telah tertidur pulas. Ya Tuhan, sungguh tampan orang ini. Saat tidur wajahnya terlihat begitu polos dan menggemaskan. Aku tak tega mengganggu tidurnya sehingga berusaha melewatinya tanpa membangunkannya. Karena merasa ngantuk, aku juga ikut tertidur.

Setelah tertidur selama sekitar 1 jam, aku terbangun dan bingung mau melakukan apa. Kyuhyun di sebelahku masih tetidur. Jadi, kuputuskan untuk kembali mendengarkan musik. Saat sedang asyik2nya mendengarkan musik, tiba2 pesawat sedikit bergoncang  menyebabkan kepala Kyuhyun yang sedang tidur jatuh ke bahuku. Anehnya, dia tidak terbangun sama sekali. Aku tak tahu harus berbuat apa. Aku tak berani  membangunkannya. Aku hanya diam dan jantungku terus berdegup kencang. Bagaimana tidak, orang yang dari dulu kukagumi, sekarang begitu dekat denganku. Terkadang aku merasa geli karena rambutnya mengenai pipiku. Bahkan karena sangat dekat, aku pun bisa mencium wangi rambutnya. Hmm… pakai shampo apa ya dia? wanginya menyegarkan.

Lama-lama bahuku mulai terasa pegal, tapi aku tetap tak berani mengusiknya. Setelah sekitar setengah jam tertidur di bahuku, akhirnya dia mulai menggeliat seperti akan terbangun. Tangannya mengucek-ngucek matanya. Aku lngsung pura2 tidur. Dan benar saja, dia memang bangun. Terdengar dia mengguman, “Lho, kok aku bisa tertidur di bahunya?”.

Aku terus pura-pura tidur dan baru beberapa menit kemudian aku bangun. “Oh Oppa kau sudah bangun” ucapku sampbil mengucek mata seolah-olah baru bangun. kemudian aku memegang bahuku dan mengeryit, “aduh…. kenapa bahuku terasa pegal ya…?” Aku sengaja memancingnya. Raut muka Kyuhyun terlihat sedikit kelabakan lalu berkata, “mmm…mungkin gara-gara mimpimu, apa kau bermimpi memikul sesuatu di bahumu?”. Oh, ternyata dia tak mau mengakuinya… “Mungkin” timpalku singkat. Setelah itu  kami tidak mengobrol lagi, Kyuhyun asyik dengan game di Ipadnya, sedangkan aku asyik bermain game di Hp.

Setengah jam lagi pesawat akan mendarat. Ah… Kebersamaankyu dengan kyuhyun Harus berakhir, sedihnya… Aku harus minta tanda tangan sebelum pesawat ini mendarat. Aku mengeluarkan saputanganku dan spidol. “Kyuhyun Oppa, bolehkah aku minta tanda tanganmu?” Kyuhyun pun mengambil Saputangan dan Spidol dari tanganku dan tangannya sedikit menyentuh tanganku. >_< Oh senangnya, tapi aku harus menyembunyikan rasa kegiranganku, jangan sampai dia merasa risih.
“Apa yang harus kutulis?” tanya Kyuhyun.
Aku sedikit bingung,“Emm…Terserah Oppa saja”
“Benar terserah Oppa?” Kyuhyun memastikan  apa yang harus dia tulis.
Aku mengangguk. Kyuhyun berbalik badan memunggungiku, aku tak bisa melihat apa yang dia tulis. Kemudian dia mengembalikan saputangan dan spidolku. Hmm dasar evil, dia benar2 menulis ‘Terserah Oppa’! Aku cemberut dan dia menertawaiku. Tunggu, sepertinya ada tulisan lain di sudut saputangan. Tulisannya: ‘mian aku sudah meminjam bahumu, gomawo’
Aku pura-pura tidak mengerti, “Oppa, apa maksudnya ini?”
Dengan malu-malu dan terbata Kyuhyun berkata “Emmm… sse sebenarnya tadi… aku tak sengaja tidur di bahumu… aku sendiri tidak tahu kenapa bisa begitu. Itulah sebabnya tadi bahumu terasa pegal…mian”
Melihat wajahnya yang begitu polos dan cute saat minta maaf aku tak sanggup lagi terus berpura-pura dan tak kuat menahan tawa. “Aku sudah tau koq… kekekeke…kepalamu itu sangat berat.” Ah, senangnya bisa menjahili si tukang jahil… hahaha… Dalam hati aku merasa sangat puas.
Tiba-tiba raut wajah kyuhyun menjadi serius dan agak menakutkan “Trus kenapa kamu pura-pura tidak tau?” Tanya kyuhyun dengan tatapan tajam seperti tatapan evil.
Melihat tatapannya itu aku sedikit takut, tapi entah kenapa aku masih bisa menaggapinya dengan bercanda, “ngga kenapa-napa”.
“Ish…!” Kyuhyun kesal dan terus menatapku tajam.
“Ba…baiklah, akan kuceritakan” Semua yang terjadi tadi kuceritakan pada Kyuhyun. “Oya oppa, makasih buat tanda tangannya.” Itulah percakapan terakhir kami sebelum pesawat mendarat. Kami pun bersiap merapikan barang bawaan dan mengencangkan sabuk pengaman. Kami mendarat dengan selamat. Kyuhyun beranjak dari tempat duduk dan dengan sopan berkata, “aku duluan, sampai jumpa” dan berlalu meninggalkanku yang masih bersiap membawa barang. Ah, Akhirnya berakhir juga kebersamaanku dengan kyuhyun, waktu memang tak bisa dihentikan bagaimanapun kita menginginkannya. Hmm… mungkinkah aku bisa bertemu dengannya lagi? Kuharap bisa.

-to be continue-