Casts: Cho Hyekyung (as you), Cho Kyuhyun, Cho Family, Super Junior’s members, and other casts

Author: @sweetlight9146

-Hyekyung POV-

Annyeong, kenalkan aku Cho Hyekyung. Aku mahasiswi jurusan bahasa inggris dan bekerja sambilan sebagai guru bahasa Inggris di SMP yang didirikan Appa ku. Aku Sebenarnya orang yang agak pendiam, tenang dan ramah, tapi di hadapan seseorang aku bisa berubah menjadi cerewet, judes dan galak. Orang itu adalah oppa ku, Cho Kyuhyun. Dari dulu sampai sekarang kami tak pernah akur, dia selalu menjahiliku. Untung aku punya Ahra eonni yang selalu membelaku. Dulu setiap hari aku selalu bertengkar dengan Kyuhyun oppa, bahkan untuk hal sepele sekalipun. Tapi beberapa tahun terakhir ini hidupku terasa tenang karena Si ‘Evil’ sibuk dengan boybandnya, Super Junior, sehingga dia tidak tinggal di rumah, tapi tinggal di dorm bersama member yang lain, jadi kami jarang bertemu.

***

Hari ini aku libur, jadi aku memutuskan untuk bersantai di rumah sambil nonton DVD. Di rumah aku sendirian, appa dan eomma sedang ke Taiwan mengurusi sekolah bahasa korea yang baru didirikan appa, Ahra eonni pergi bekerja.

Saat aku sedang asyik nonton DVD tiba-tiba kudengar suara pintu rumah terbuka. Aku keluar dari kamar meliat siapa yang datang.

“Oh kyung, kau ada di rumah.” Kata namja yang baru saja masuk rumah.

“Ne. Tumben Oppa pulang ke rumah. Ada apa?” tanyaku.

“Bukan Urusanmu!” jawab Kyuhyun oppa sambil memamerkan ‘evil smirk’-nya. Dia pun pergi menuju kamarnya.

“Ya! Aku bertanya sungguh-sungguh padamu! Ish… Tak seharusnya aku peduli dan bertanya padamu!” Aku mendengus dan kembali ke kamar melanjutkan nonton DVD.

***

-Kyuhyun POV-

Hari ini aku tidak ada jadwal apapun. Aku bosan di dorm, jadi aku pulang ke rumah. Ternyata di rumah juga ada dongsaengku.

“Oh kyung, kau ada di rumah.” Kataku saat melihat Hyekyung keluar dari kamarnya.

“Ne. Tumben Oppa pulang ke rumah. Ada apa?” tanyanya.

“Bukan Urusanmu!” seperti biasa aku tak pernah menjawab pertanyaannya dengan serius. Entah kenapa dari dulu aku suka mempermainkannya seperti ini dan aku senang melihatnya cemberut terus marah karenanya, bagiku itu itu terlihat imut. Aku pun berjalan menuju kamarku.

“Ya! Aku bertanya sungguh-sungguh padamu! Ish… Tak seharusnya aku peduli dan bertanya padamu!” tuh kan dia ngomel-ngomel. Aku puas melihatnya. Haha…

Sesampainya di depan pintu kamar, aku merogoh saku jaketku mencari kunci kamarku. Tapi setelah kuperiksa seluruh saku pakaianku, aku tak menemukannya. Aigoo… Aku baru ingat tadi di dorm aku menaruhnya di meja dan tak mengambilnya lagi. Menyebalkan sekali, kalau begini percuma aku pulang.

Aha… tiba-tiba sebuah ide yang pasti mengasyikkan terlintas di pikiranku.

***

-Hyekyung POV-

Aku tertawa terbahak-bahak sendiri saat menonton film 3 Idiots. Aku memang suka menonton film luar negeri yang ber-subtitle bahasa inggris, aku menggunakan ini sebagai sarana belajar bahasa inggris sejak aku SMP. Aku nonton film ini karena Yesung Oppa pernah merekomendasikannya di twitter, dan film ini memang bagus.

“Hyekyung-ah, buka pintunya!” kudengar suara teriakan dari luar kamar dan membuatku berhenti tertawa. Itu adalah suara Si ‘Evil’ Oppa. Ku akui suaranya saat menyanyi memang sangat merdu bagaikan suara dari surga, tapi saat di berteriak yang kudengar adalah panggilan dari neraka!

“Shireo!” aku tak mau membukakan pintu. Dasar si Evil ini mengganggu saja!

“Oh, pintu kamarmu ngga dikunci. Aku masuk ya…” teriaknya lagi.

Aish… bodohnya aku tidak mengunci pintu kamar saat ada si Evil satu ini! Aku buru-buru menuju pintu dan berusaha menahannya agar Kyuhyun tak bisa masuk. Arrgghh… Tapi apa daya, tenaganya jauh lebih besar, aku kalah. Dia pun masuk dan langsung melompat ke tempat tidurku.

“Ya! Untuk apa kau kesini! Cepat kembali ke kamarmu sana!” Aku mengusirnya sambil memukulnya dengan bantal.

“Ya! Memangnya tidak boleh seorang oppa berkunjung ke kamar dongsaengnya!” dia membalas pukulanku dengan menggelitikku. Dia tau kelemahanku bahwa aku tak tahan jika digelitik.

Aku terus berusaha melawan dengan terus memukulinya. “Oppa apanya? Aku tak pernah mau jadi dongsaengmu, kau selalu menindasku!”

“Sudahlah Kyung, menyerah saja! Kau tak akan menang dariku” Kyu oppa semakin menjadi-jadi menggelitikku, sementara itu aku ambruk tapi tetap terus meronta berusaha melepaskan diri. Tak sengaja tangan Kyu oppa tertarik olehku dan… dia terjatuh, bibir kami hampir bersentuhan! Aku melihat wajahnya begitu dekat. Sejenak suasana menjadi hening, jantungku berdetak semakin cepat. Kami terdiam beberapa saat.

“Ah mi… mianhae” Kyu oppa gelagapan, Dia berdiri dan pergi ke luar. Aku masih terbaring di tempat tidur karena kaget.

***

Seminggu kemudian

Appa dan eomma sudah pulang dari Taiwan. Kami sekeluarga memutuskan untuk makan malam bersama di restoran. Kyuhyun Oppa belum datang, sepertinya dia masih di jalan karena baru menyelesaikan shooting variety show. Kami menunggunya sambil mendengarkan cerita appa dan eomma saat di Taiwan.

“Kyuhyun–ah, kami disini.” Appa memanggil Kyu oppa yang baru masuk restoran.

Dia langsung duduk di kursi sebelah kanan ku dan mengucapkan salam pada appa dan eomma. Saat melihatnya aku teringat kejadian minggu lalu. Ini membuatku merasa canggung, malu dan tak berani melihat wajah Kyu oppa lagi, aku selau melihat ke arah kiri.

“Hyekyung-ah, kenapa kau memalingkan wajah oppamu yang tampan ini hah?” Tanpa kusadari tangan Kyuhyun oppa sudah ada di atas kepalaku dan memutarnya sehingga aku menghadap padanya sekarang. Ternyata dia bersikap seperti biasa, tak berubah seolah tak pernah terjadi apa-apa. Entah kenapa aku merasa kecewa dengan sikapnya yang seperti biasanya itu, apa yang aku harapkan? Entahlah aku sendiri tak tau.

“Terserah aku dong mau menghadap ke mana. Lagi pula aku malas melihat wajah evil penindas! Bwee…” jawabku ketus sambil berusaha menyembunyikan rasa canggungku.

“Mwo? Kau bilang aku evil penindas? Awas kau ya!” Kyu oppa mengucek-ngucek rambut ku.

“Kyu, Kyung, berhentilah bertengkar seperti anak kecil. Kalian ini sudah dewasa dan ini di tempat umum, malu di lihat orang” Ahra eonni memarahi kami, appa dan eomma mengiyakan perkataan eonni.

Aku dan Kyuhyun oppa pun menurut. Kami pun makan malam dalam suasana yang hangat yang sesekali diselingi pertengkaranku dengan Kyuhyun oppa.

***

-Kyuhyun POV-

“Kyuhyun-ah bangun!” teriakan Sungmin hyung membuyarkan mimpiku.

“Ada apa hyung?” jawabku sambil mengucek-ngucek mata.

“Manager hyung mencarimu, dia menunggumu di ruang tamu. Cepatlah kau temui sana!” jelas Sungmin hyung seraya menarikku dari tempat tidur.

Setelah mencuci muka aku pun menemui manager. “Hyung ada apa?”

“Kau tau kan Super Junior diundang menjadi tamu di variety show ‘Idols & their sibling’?” Manager malah balik bertanya padaku.

“Ye, aku tau, yang akan ikut Sungmin hyung – Sungjin, Yesung hyung – Jongjin, Siwon hyung – Jiwon, dan Donghae hyung – Donghwa hyung, dan Eunhyuk hyung – Sora nuna. Iya kan?”

“Benar, tapi tadi aku mendapat kabar bahwa Lee Donghwa jatuh sakit cukup parah, dia tidak mungkin syuting besok. Apa kau dan dongsaeng atau nunamu bisa menggantikan Donghae dan Donghwa?”

“Akhir-akhir ini nunaku sangat sibuk dengan pekerjaannya. Kurasa dia tidak akan bisa. Aku akan coba menghubungi dongsaengku.” Aku pun mengambil handphone dan menghubungi Hyekyung.

***

-Hyekyung POV-

“Ok, that’s lesson for today. See you next lesson.” Aku mengakhiri pelajaran dan meninggalkan ruang kelas.

Drrrdd… Hpku bergetar, di layar HP tercantum nama ‘Evil’.

“Yeoboseyo.” Salam ku di telepon.

“Yeoboseyo.” balas namja di sebrang telepon. “Kyung-ah, apa kau besok ada kuliah atau jadwal mengajar?” tanyanya.

“Tidak ada oppa, memang kenapa?”

“Ok, kalau begitu kau bersedia ikut acara Idols & Their Sibling?”

“Shireo! Besok aku sudagh janji pergi jalan-jalan bersama teman-teman kuliahku. Lagi pula kenapa kau bilangnya mendadak begini?”

“Batalkan saja janjinya! Aku sendiri baru diberitau barusan, aku diminta menggantikan Donghae hyung dan hyungnya yang tidak bisa jadi ikut acara itu. Nuna sedang sibuk jadi Cuma kau yang bisa ku ajak”

“Aku mau ikut, tapi ada syaratnya”

“Ok, apa syaratnya?”

“Syaratnya ada dua. Pertama kau harus bilang ‘Hyekyung dongsaengku sayang yang cantik, besok kau ikut syuting dengan oppa ya… mau kan? Kalau kau mau, besok oppa akan menuruti semua permintaanmu, oppa akan menjadi budakmu’…”

“Mwo? Apa-apaan itu? Aku tidak mau mengatakannya!”

“Ya sudah kalau tidak mau, aku juga tidak mau syuting denganmu kalau begitu”

“Ok Ok, akan aku katakan, tapi sebutkan dulu syarat keduanya”

“Kedua kau harus menepati paerkataan di syarat pertama, kalau tidak kau pasti akan menyesal, aku akan membeberkan aibmu. Ok sekarang ayo ucapkan syarat yang pertama dengan selembut mungkin!” Selama ini Kyu oppa tak pernah bersikap lembut padaku dan suka menindasku, sekaranglah saatnya aku balas menindasnya. Haha…

“Dengarkan baik-baik! Aku tak mau mengulang kalimat menjijikan ini!” Kyu oppa diam sebentar. Apakah berkata dengan lembut sangat sulit baginya? Dasar evil! “Hyekyung dongsaengku sayang yang cantik, besok kau ikut syuting dengan oppa ya… mau kan? Kalau kau mau, besok oppa akan menuruti semua permintaanmu, oppa akan menjadi budakmu”  Mendengarkan kata-kata itu aku tak kuat menahan tawa.

“Kau Puas? Besok kujemput kau di rumah jam 9 pagi. Awas kalau kau belum siap!”

“Ne Oppa” sambungan telepon pun terputus.

***

-Author POV-

Tepat pukul 9 Kyuhyun sampai di rumah untuk menjemput Hyekyung. “Hyekyung-ah, kau sudah siap kan?” teriaknya.

“Ne Oppa, aku keluar sekarang.” Sahut Hyekyung.

Mereka pun berangkat menuju lokasi syuting. Di dalam mobil, Hyekyung terlihat sedikit canggung, dia masih terus teringat insiden di kamarnya dulu jika bertemu Kyuhyun langsung, tapi dia berusaha menghilangkan kecanggungannya. “Oppa, kau ingat kan dengan syarat yang kubuat?”

“ Tentu saja! Apa maumu sekarang?” Kyuhyun berkata sambil terus menyetir.

“Emm… di lokasi syuting nanti, apapun yang kulakukan Oppa ngga boleh ngelarang atau ngelawan ya… kalau Oppa ngelanggarnya, akan ku cerritakan aib memalukan Oppa waktu kecil di acara itu.” Oceh Hyekyung. Kyuhyun menjawab dengan dingin, “Baiklah, sesukamu!”

Lokasi syuting tidak terlalu jauh dari rumah mereka, hanya sekitar 15 menitan jika ditempuh dengan mobil. Di lokasi syuting sudah ada member lain bersama saudaranya masing-masing.

“Hyekyung-ah, aku kangen padamu, sudah lama kita ngga ketemu.” Jiwon menyambut Hyekyung dengan sebuah pelukan.

“Aku juga kangen padamu.” Balas Hyekyung. Mereka pun mengobrol dengan asyik sambil menunggu syuting dimulai. Hyekyung memang paling dekat dengan Jiwon dibendingkan dengan saudara-saudara member Super Junior yang lain karena mereka sama-sama dongsaeng perempuan dan umurnya juga berdekatan.

PD acara memanggil kelima pasang peserta dan memberikan pengarahan.

Apa saja yang dilakukan mereka di acara itu? Kejadian menarik apa saja yang terjadi?
Tunggu part 2 ya…🙂 hehe

Oya, ditunggu lho comment nya… ^^